Diposting oleh
Nadirakamila442
|
Bumi Terancam Meteor Pembunuh
Detektor ledakan senjata
nuklir merekam hantaman 26 asteroid di permukaan bumi selama 14 tahun terakhir.
Ilmuwan mewanti-wanti ancaman meteor yang bisa memusnahkan kawasan perkotaan,
lebih besar dari yang diperkirakan.

Jaringan sensor senjata
nuklir yang tersebar di seluruh penjuru bumi mencatat 26 detonasi selama 14
tahun terakhir. Uniknya ledakan tersebut bukan berasal dari senjata nuklir,
melainkan hantaman meteor, tulis yayasan B612, yang ingin membangun sistem peringatan
diri terhadap ancaman dari luar angkasa.
Menurut informasi yang
dikumpulkan Lembaga Pengawasan Ujicoba Senjata Nuklir (CTBTO), meteor lebih
sering menghantam bumi ketimbang yang selama ini diduga. Untuk itu CTBTO
mengukur gelombang kejut di seluruh dunia yang menyebar lewat udara.
Batuan langit yang
menghujani bumi secara berkala memiliki daya ledak setara dengan 1 hingga 600
kilo ton TNT. Bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima misalnya melepaskan
energi setara 15 kilo ton TNT.
Hantaman Meteor Lebih Sering dari Dugaan
Dari 26 asteroid cuma satu saja yang bisa dideteksi oleh ilmuwan sebelum
meledak. Sementara yang lain tiba tanpa peringatan. Setidaknya meteor-meteor
itu meledak di laut, jauh dari kawasan padat penduduk.
Minimnya pengetahuan
manusia mengenai ancaman dari antariksa mengungkap risiko yang disebabkan bom
kosmik itu. "Karena kami tidak tahu kapan dan di mana meteor akan
menghantam. Satu-satunya yang menghindarkan bencana adalah keberuntungan
belaka," kata Astronot AS, Ed Lu, salah seorang pendiri B612.
Ilmuwan menghitung jumlah
meteor yang lintasan terbangnya suatu saat bisa bersinggungan dengan bumi
seperti menggelar jajak pendapat jelang pemilu. "Ada kekeliruan dalam
pandangan umum bahwa hantaman asteroid adalah hal yang sangat langka. Pandangan
itu tentu salah," kata Lu.
Batu Sebesar Rumah dan Lebih Cepat dari Suara
Asteroid sebesar 40 meter
atau setengah lapangan bola, berpotensi menghancurkan sebuah kota berpenduduk
padat, kata Lu. "Bayangkan sebongkah batu sebesar gedung apartemen bertingkat,
menghujam bumi dengan kecepatan Mach 50," tuturnya.
Mach 50 adalah 50 kali
kecepatan suara, atau sekitar 61.250 Kilometer per jam. NASA saat ini telah
menjalankan program pendeteksian dini asteroid yang memiliki ukuran lebih besar
dari 1 km persegi. Batuan langit yang ukurannya setara dengan sebuah bukit
kecil itu bisa membunuh jutaan manusia jika menghujam Bumi.
Situasi serupa terjadi 65
juta tahun lalu ketika sebuah asteroid berukuran 10 kilometer persegi
menghantam bumi dan memicu perubahan iklim yang diyakini mempercepat kemusnahan
dinosaurus dan sebagian besar kehidupan di muka bumi.
0 komentar:
Posting Komentar